Berita Tangerang

Begini Upaya Kota Tangerang Hadapi Banjir saat Memasuki Musim Penghujan

Sejumlah wilayah di Indonesia tak terkecuali di Kota Tangerang kini mulai memasuki musim penghujan.

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tangerang pun tengah melakukan sejumlah upaya preventif untuk mencegah terjadinya banjir.

	Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tangerang proses pembangunan pompa air dalam upaya preventif untuk mencegah terjadinya banjir di lokasi pembangunan pengendalian banjir Kali Ledug, Periuk, Kamis 16 September 2021.

Mursiman, Kepala Bidang Tata Air pada PUPR Kota Tangerang menjelaskan, pihaknya tengah membangun beberapa upaya pengendalian banjir, turap atau embung, dan pembangunan pompa air di wilayah yang memang rawan terkena banjir ataupun genangan.

	Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tangerang proses pembangunan pompa air dalam upaya preventif untuk mencegah terjadinya banjir di lokasi pembangunan pengendalian banjir Kali Ledug, Periuk, Kamis 16 September 2021.

“Ada 18 turap yang dibangun itu tersebar di 13 kecamatan, lalu untuk pengendalian banjir di tiga titik. Serta 233 pompa yang telah dibangun, di tahun ini ditambah lagi enam pompa,” kata dia di lokasi pembangunan pengendalian banjir Kali Ledug, Periuk, Kamis 16 September 2021.

Selain itu, untuk mempermudah jalannya air dari saluran pemukiman ke saluran yang lebih besar seperti sungai atau kali, Bidang Tata Air juga telah membangun 117 saluran drainase se-Kota Tangerang.

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tangerang proses pembangunan pompa air dalam upaya preventif untuk mencegah terjadinya banjir di lokasi pembangunan pengendalian banjir Kali Ledug, Periuk, Kamis 16 September 2021.

“Ya, upaya lainnya kita sudah membangun drainase yang ada di pemukiman. Upaya ini kita (PUPR) lakukan agar apa yang menjadi rencana strategis yaitu seluas 45 – 47 hektare luas banjir pertahunnya dapat berkurang. Sehingga pada tahun 2023, 120 hektare luas banjir dapat berkurang dari total 700 hektare tahun 2019,” lanjut dia.

Sedangkan, untuk mengoptimalkan apa yang telah dibangun pada Bidang Tata Air dapat dimanfaatkan secara maksimal, Bidang Operasi dan Pemeliharan (OP) PUPR, setiap harinya mengerahkan delapan tim yang dibagi menjadi 20 titik lokasi pengerjaan.

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tangerang proses pembangunan pompa air dalam upaya preventif untuk mencegah terjadinya banjir di lokasi pembangunan pengendalian banjir Kali Ledug, Periuk, Kamis 16 September 2021.

“Tim ini kita bagi di wilayah timur, barat, dan tengah. Sedangkan untuk tim lainnya itu mobile, mulai dari OP pintu air, tim alat berat, dan tim babatan. Ada juta tim yang selalu standby 24 jam seperti OP pompa dan rehap turap atau tanggul,” papar Dody Ardiansyah, Kepala Bidang OP PUPR Kota Tangerang.

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tangerang proses pembangunan pompa air dalam upaya preventif untuk mencegah terjadinya banjir di lokasi pembangunan pengendalian banjir Kali Ledug, Periuk, Kamis 16 September 2021.

Tidak hanya tim yang dikerahakan, Bidang OP juga melakukan pengerukan dan pembersihan kali atau sungai menggunakan alat berat.

“Setiap harinya kami turunkan sekitar delapan unit di wilayah barat, timur dan tengah. Mulai dari Ultratrex, Buldoser serta Ampibi,” ucapnya.

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tangerang proses pembangunan pompa air dalam upaya preventif untuk mencegah terjadinya banjir di lokasi pembangunan pengendalian banjir Kali Ledug, Periuk, Kamis 16 September 2021.

Dody juga mengimbau kepada masyarakat di musim penghujan ini untuk selalu menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta menjaga lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan.

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tangerang proses pembangunan pompa air dalam upaya preventif untuk mencegah terjadinya banjir di lokasi pembangunan pengendalian banjir Kali Ledug, Periuk, Kamis 16 September 2021.

“Saya mengimbau kepada masyarakat Kota Tangerang untuk sama-sama menjaga kota kita dengan tidak membuang sampah sembarangan terutama di selokan, karena itu akan menghambat jalannya air, dan mengakibatkan hadirnya genangan ataupun banjir,” imbau Dody.