Berita Tangerang

Sayembara Tugu Pamulang Dimulai

Pemerintah Provinsi Banten mulai membuka pendaftaran sayembara desain Tugu Pamulang, Tangerang Selatan, sejak Selasa, 10 Agustus 2021 kemarin. 

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Banten, Tranggono membuka lebar kepada seluruh elemen masyarakat untuk turut andil dalam pembangunan tugu yang menjadi ikon Kota Tangsel ini. 

Seluruh masyarakat yang ingin berpartisipasi, dapat turut serta dan langsung mendaftarkan diri paling lambat hingga 17 Agustus 2021 mendatang. 

“Sayembara ini adalah sebuah kompetisi untuk merancang ulang Tugu Pamulang yang akan menjadi ikon dan kultur budaya Kota Tangsel dan Provinsi Banten,” jelas Tranggono kepada TangerangNews.com pada Rabu, 11 Agustus 2021. 

Usai melakukan pendaftaran, setiap peserta dapat menyerahkan hasil karya terbaiknya dengan tetap mengikuti syarat yang telah ditetapkan. 

“Prinsipnya sih kalau kita kan itu supaya keinginan masyarakat dan pemerintah nyambung. Simple gitu, intinya kita memanfaatkan (bangunan) yang ada, agar tidak dibongkar, karena mubazir. Jadi kita optimalisasi saja,” terangnya. 

Sayembara

Selain dengan mempertahankan bangunan yang telah berdiri saat ini, ia juga mencari desain yang mengedepankan kearifan lokal. 

“Anggarannya itu kita batasi sampai Rp200 juta. Yang dilihat yang penting yang dilihat itu, kearifan lokalnya ada. Seperti visinya Banten Akhlakul Karimah,” imbuhnya. 

Ia mengatakan, pendaftaran akan dibuka bagi siapapun yang ingin andil dalam pembangunan kota. Pemerintah Provinsi Banten telah menyediakan hadiah bagi setiap pemenang yang terpilih. 

“Totalnya Rp20 juta. Jadi nanti akan kami cari juara 1, 2, dan seterusnya. Nanti akan ada jurinya, kita akan lihat dari biaya, dan dari konsepnya. Nanti akan ada paparan kenapa konsepnya begitu,” terangnya. 

Untuk itu, ia mengajak setiap lapisan masyarakat untuk turut andil menyumbangkan ide kreatifnya dengan mendaftar ke website dan kontak yang sudah disediakan. 

“Harapan saya, ini kan bentuk partisipasi keselarasan antara masyarakat dan pemerintah. Ini bentuknya, supaya jangan ada pro kontra lagi. Kedua, supaya tugu tersebut bagus. Intinya yang terbaik,” pungkasnya.