Berita Tangerang

Tangerang Raya Larang Perayaan 17 Agustus karena Masih PPKM

Tahun 2021 jadi tahun kedua Indonesia merayakan hari kemerdekaannya dalam situasi pandemi Covid-19.Untuk menekan angka penularan, pemerintah masih melangsungkan PPKM berlevel di Indonesia hingga 16 Agustus 2021, dan akan dievaluasi lagi setelah itu.Pemberlakuan PPKM termasuk di Tangerang Raya (Kota Tangerang, Tangerang Selatan, dan Kabupaten Tangerang) yang berstatus level 4.Pemkot Tangerang, Pemkot Tangsel, dan Pemkab Tangerang pun kompak melarang diadakannya kegiatan lomba 17 Agustusan.Hal ini mengacu pada SE Kemendagri RI Nomor 003.1/4212/SJ Tanggal 10 Agustus 2021 tentang Pedoman Peringatan HUT ke-76 Republik Indonesia.Wali Kota Tangerang, Arief R. Wismansyah, mengimbau warganya agar tidak mengadakan perlombaan.“Sementara ini kita imbau untuk tidak boleh dilakukan perlombaan yang menimbulkan kerumunan, karena saat ini Kota Tangerang sendiri masih dalam kategori zona merah,” kata Arief, Sabtu (7/8/2021).Pemkot Tangsel juga mengimbau hal yang sama, khawatir lomba yang menyebabkan kerumunan justru memperparah penyebaran Covid-19 di wilayahnya.”Tidak ada pawai obor. Tidak ada perayaan-perayaan, pertandingan offline, Itu tidak ada dulu,” ujar Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie, Jumat (6/8/2021).Masyarakat yang masih nekat menggelar kegiatan perayaan akan diberi sanksi.”Kita berikan sanksi, kita setop, dibubarin aja karena menimbulkan kerumunan. Kecuali lomba catur, karena tingkat menimbulkan kerumunannya minim. Soalnya yang terlibat dalam olahraga itu cuma dua orang,” jelasnya.Satgas Covid-19 Kabupaten Tangerang, dr Hendra Tarmizi, turut menginformasikan larangan perlombaan 17 Agustusan di wilayahnya.”Untuk saat ini belum ada izin terkait penyelenggaraan lomba 17 Agustus di Kabupaten Tangerang, karena situasinya masih pandemi Covid-19,” katanya.Menurutnya, ada cara lain menyemarakkan semangat kemerdekaan selain menggelar lomba. Salah satunya bisa dengan menghias lingkungan dengan tema merah putih.”Nanti akan ada pengawasan oleh Satgas Covid-19 RT/RW setempat dan kalau ada yang melanggar akan diberi sanksi tegas,” kata dia.