Kabar Benteng

Kisah Petugas Oranye yang Tak Kenal Lelah Bersihkan Sampah di Tangerang

Ditengah terik matahari, Muhammad Rokib, tampak sibuk membersihkan sampah di sekitaran Jalan Benteng Makassar, Kota Tangerang, Sabtu (15/12/2018). Pria berusia 36 tahun tersebut mengaku tak kenal lelah berjibaku dengan sampah perkotaan yang kerap berserakan.

Satu di antara pasukan oranye Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang itu menceritakan pengalamannya selama setahun terjun di ranah kebersihan. Setiap harinya, Rokib bertugas dari matahari terbit hingga terbenam.

“Saya kerja baru setahun bang. Gak kenal capek, asyik banget kerja ini, nyaman sehari-sehari tercukupi,” kata dia saat berbincang santai dengan TangerangNews.com di sela-sela membersihkan sampah seraya mengatakan penghasilan perbulannya mencapai Rp4 juta.

Sebelum bekerja sebagai petugas kebersihan, bapak dua anak yang hanya tamat pendidikan sekolah menengah pertama tersebut bekerja di kantor jasa pencucian baju atau laundry di Tangerang.

Sampah diangkut untuk dibawa ke tempat pembuangan akhir di Rawa Kucing, Neglasari, Kota Tangerang.

Rokib awalnya canggung ketika baru bergabung menjadi petugas kebersihan. Sebabnya adalah harus beradaptasi selama sepekan untuk dapat bersahabat dengan aroma tak sedap yang harus rela ia hirup setiap harinya.

“Pertama mah bau amat ini kerja, tapi cuma seminggu doang rasanya terus ke depan bisa jalanin. Lagian saya mah nggak pernah malu kerja begini yang penting halal,” bebernya.

Bermodalkan sapu lidi dan pengki, ia menyusuri sampah dari pinggiran jalan dari kawasan Pintu Air 10 hingga Yonif, Jatiuwung. Selain itu, pria yang akrab dengan topi dikepalanya itu juga menelusuri Komplek Pengayoman hingga Kawasan Kuliner Pasar Lama.

Perjuangan itu ia lakukan demi menjaga Kota Tangerang bersih dari sampah, sekaligus menghidupi keluarganya yang kini mengontrak di Koang Jaya, Pasar Baru, Kota Tangerang.

“Setiap hari muter masih banyak nemuin sampah berserakah di jalanan. Disediakan sampah juga asal buang aja,” tutur dia.

Menurutnya, tak sulit menemukan sampah yang berserakan baik di jalanan maupun di pemukiman warga. Ia mengatakan, itu mencerminkan bahwa warga masih belum sadar untuk tidak membuang sampah sembarangan. Padahal tong sampah telah disediakan di tiap-tiap sudut perkotaan.

“Banyak ya sampah berserakan mah. Paling sampahnya itu sampah plastik, makanan, puntung rokok. Sampah yang sudah sebundel bungkus plastik juga ada. Itu kalau saya lagi tugas di jalanan sama rumah warga ya,” ungkapnya.

“Contoh juga nih kalau lagi ada acara nih misalnya di Alun-alun, pasti sampah numpuk, padahal sudah disediain tong 80 biji masih kosong-kosong saja malahan adanya berserakan,” katanya menceritakan.

Terlebih pengalaman yang tidak mengenakan pun dialaminya. Ketika bertugas menyapu di jalanan, ia pernah tertimpah sampah yang berasal dari pengendara yang melintas.

“Kesenggol mobil juga pernah, kelempar botol air juga pernah. Mau kesal juga bagaimana,” ucapnya.

Ia pun menaruh harapan kepada warga perkotaan untuk merubah perilaku buruknya dengan tidak lagi membuang sampah sembarangan. Apalagi mengingat musim penghujan tiba, sampah yang berserakan dapat mengakibatkan drainase tersumbat hingga berujung banjir.

“Ya semoga bisa jangan buang sampah sembarangan. Minimal manfaatin tong sampah yang disediakan saja,” imbuhnya.