Uncategorized

Dindik Kabupaten Tangerang Siapkan Sistem Ganjil Genap untuk Sekolah Tatap Muka

Sistem ganjil genap akan diterapkan Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerangdalam pembelajaran sekolah tatap muka di tengah pandemi Covid-19.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang H. Saifullah mengaku telah menyiapkan sistem ganjil-genap berdasarkan absensi siswa dalam pembelajaran tatap muka mendatang.

“Andaikan 1 kelas terisi oleh 30 siswa berarti yang akan melaksanakan KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) itu 50 persen nya berarti 15 siswa,” terang Syaifullah dikutip dari bantensatu.co, Sabtu (8/8).

Menurut Syaifullah, untuk lebih mempermudah guru dan juga siswa kapan harus masuk dan libur, Dinas Pendidikan menggunakan pola nomor urut absensi sekolah.

“Dengan rincian bahwa nomor urut absen sekolah ganjil masuk di hari pertama nomor urutan absensi genap di hari berikutnya,” ujarnya.

Dindik lanjut Syaifullah, akan lebih mematangkan sistem agar tidak terjadi penyebaran Covid-19. Dari 50 persen yang masuk, Dindik akan membagi lagi dua shift. 16 siswa nomor ganjil terbagi dua shift, 1 dan shif 2 sebanyak masing-masing 8 siswa.

“Sehingga satu kali shift satu kelas hanya terisi delapan siswa dan satu orang guru. Karena amanat dari SKB Bersama Menteri, maksimal pembelajaran KBM tatap muka di masa pandemi covid hanya 2 jam,” jelas Syaifullah.

Lebih lanjut, kata Syaifullah, berdasarkan Keputusan Bersama Empat menteri yaitu Menteri Dalam Negeri, Menteri Pendidikan, Menteri Kesehatan dan Menteri Agama, maksimal ruang kelas apabila akan digunakan harus 50 persen.

“Sehingga proses memilih siswa 50 persen, kita berdasarkan kapasitas kelas dan absensi siswa,” ujarnya.

Hal tersebut dilakukan, kata Syaifullah, guna mencegah adanya penumpukan siswa di kelas dan di sekolah.

Kemudian sistem ganjil genap dalam pembelajaran akan diberlakukan saat pembelajaran tatap muka di sekolah. Dan dalam satu kelas hanya ada 8 siswa.

“Kapan dimulainya proses belajar tatap muka dengan sistem ganjil genap, nanti akan diputuskan oleh tim Gugus tugas Provinsi Banten,” demikian Syaifullah.