Kabar Benteng

Lembaga Pendidikan di Kota Tangerang Diminta Ringankan SPP

Pemerintah Kota Tangerang meminta kepada semua lembaga pendidikan swasta untuk meringankan biaya Sumbangan Pembinaan Pendikan (SPP). Hal ini mengingat ekonomi masyarakat yang sedang terpuruk karena imbas pandemi Covid-19.

“Kita waktu baru-baru Covid sudah memberikan surat imbauan kepada sekolah swasta,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang, Masyati Yulia kepada Satelit News, Selasa, (2/6).

Ketua Yayasan Syekh Yusuf Tangerang, Hudaya Latuconsina mendukung dorongan Pemkot Tangerang tersebut. Pihaknya berencana mengurangi SPP bagi semua lembaga pendidikan yang dibawahinya mulai jenjang SD hingga perguruan tinggi.

Untuk jenjang perguruan tinggi, Syehk Yusuf akan memotong biaya 1 semester. Bagi mahasiswa yang telah melakukan pelunasan SPP tahun ajaran 2019/2020 keringanan akan berlaku pada tahun ajaran 2020/2021.

“Cuma pemberlakuannya itu bagi yang sekarang yang belum membayar itu pelunasannya ada pengurangan tapi yang sudah melakukan pelunasan sekarang tahun 2019/2020 itu baru dikurangan pada pembayaran tahun akademik yang akan datang,” ujarnya.

Sama halnya untuk jenjang SMA/SMK. Namun, mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Banten ini belum dapat membeberkan jumlah potongan yang akan diberikan. Pasalnya, hal tersebut baru akan diputuskan saat rapat pada Rabu, (3/6). “Masih dalam pembahasan ya rencananya besok (hari ini) baru akan kita bahas. Kami siap termasuk SMA juga. Kalau SD, SMP kan kita memang tidak memungut SPP,” ujarnya.

Khusus untuk jenjang SD dan SMP, pihaknya memang tak memungut biaya SPP. Pasalnya untuk jenjang itu biaya SPP nya sudah tercover dari Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Pemerintah Kota Tangerang.

Hudaya menjelaskan, keringanan yang diberikan tersebut otomatis akan mempengaruhi pendapatan Yayasan Syekh Yusuf. Kendati begitu, diakui Hudaya gaji untuk tenaga pendidikan dan karyawan Syekh Yusuf masih tetap stabil. Hanya biaya trasportasi saja yang dikurangi. “Gaji full, kemarin THR juga full,” imbuhnya.

Untuk saat ini jelang normal baru (new normal), Universias Syekh Yusuf (UNIS) Tangerang masih memberlakukan sistem kuliah daring. Kedapan UNIS Tangerang masih menungga arahan dari pemeritah pusat untuk memberlakukan kuliah normal seperti biasanya. “Mau ga mau mahasiswa harus pintar memanfaatkan keadaan yang tidak suka membaca ya membaca. intinya sekarang belajar dan bersabar,” jelasnya.