Kabar Benteng

Soal Jalan Rusak Belum Diperbaiki Begini Kata Pemkot Tangerang

Pemkot Tangerang angkat bicara terkait kerusakan Jalan Ir Juanda, Kecamatan Batuceper. Pemkot berdalih bahwa sudah mengajukan dana alokasi khusus (DAK) ke pemerintah pusat senilai Rp 34 miliar untuk memperbaiki jalan tersebut. Jika disetujui, proyek perbaikan sudah bisa dilakukan pada November tahun ini.

“Kami masih menunggu konfirmasi anggaran dari pemerintah pusat. Untuk saat ini kami akan melakukan pemeliharaan terlebih dahulu,” kata Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tangerang, Amir Hamzah, Jumat (7/8).

Menurut dia, besarnya anggaran perbaikan membuat Pemkot Tangerang tidak mampu memperbaiki secara sendiri. Terlebih, yang menyebabkan jalan rusak adalah pembangunan proyek strategis nasional.

Masih menurut Amir Hamzah, PT Jasamarga Kunciran Cengkareng (JKC) dan Angkasa Pura II yang sebelumnya diminta untuk memperbaiki jalan tidak terlaksana. Di samping itu, anggaran DPUPR Kota Tangerang terbatas karena dialihkan untuk penanganan Pandemi Covid-19. “Kita juga minta tanggung jawab mereka untuk mendorong agar kami mendapat program DAK,” tukasnya.

Di sisi lain, rusaknya Jalan Ir Juanda, Kecamatan Batuceper memancing warga untuk turun ke jalan, Jumat (7/8). Mereka protes karena jalan sepanjang 1,6 kilometer tersebut tak kunjung diperbaiki oleh Pemkot Tangerang.

Ketua DPK KNPI Batuceper Hardiansyah mengatakan, kondisi jalan tersebut saat ini sangat tidak layak dilalui kendaraan. Apalagi dalam catatannya, sudah ada lima korban kecelakaan baik luka ringan maupun berat akibat jalan rusak tersebut.

“Kami sudah menunggu terlalu lama, perbaikan jalan tidak kunjung dilaksanakan. Jangan sampai kondisi jalan rusak ini memakan korban terlalu banyak. Kami meminta hak kami,” ujarnya kepada Satelit News, kemarin.

Sebelumnya pada 2019 lalu, Pemerintah Kota Tangerang sempat melakukan perbaikan jalan Juanda, namun tak bertahan lama karena jalan tersebut rusak lagi. Perbaikan jalan Juanda yang dilakukan Pemkot Tangerang yakni dengan teknik mechanical concrete atau menanam ban dan ditimbun beton. Inovasi tersebut tak bekerja efektif. Ban-ban yang ditanam muncul keluar akibat jalan yang tergerus karena dilalui kendaraan bertonase berat. “Jadinya sekarang ada ban di tengah-tengah jalan yang muncul, dan itu mengganggu pengguna jalan,” tandas Hardiansyah