Kabar Benteng

Soal Perjanjian Kerja Sama Sampah, Tangsel Manut Pemkab Tangerang

Kesediaan Pemerintah Kabupaten Tangerang menampung sementara sampah dari Tangerang Selatan disambut baik. Pemkot Tangsel akan menyiapkan perjanjian kerja sama (PKS) penampungan sampah dari TPA Cipeucang ke TPA Jatiwaringin.

Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangsel Yepi Suherman menyampaikan atas nama Pemkot Tangsel mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Tangerang yang bersedia bekerjasama menampung sementara pembuangan sampah dari Tangsel. Menurut Yepi, pihaknya tidak serta merta membuang sampah dari Tangsel ke TPA Jatiwaringin, Mauk, Kabupaten Tangerang. Pastinya ada aturan-aturan yang harus disepakati melalui perjanjian kerjasama antara kedua belah pihak.

“Pasti akan dibuat PKS-nya, aturannya sesuai dengan Perda mereka (Kabupaten Tangerang, Red) saja, misalnya berapa rupiah per-rit-nya per hari, berapa retribusinya,  kita mengikuti saja aturan apapun dari sana,” kata Yepi, Kamis (4/6).

Tangsel setiap hari menghasilkan 980 ton sampah. Namun untuk sampah yang diangkut ke TPA Cipeucang setiap harinya hanya 350-400 ton.

“Jadi sampah yang akan kita angkut ke TPA Jatiwaringin itu sesuai dengan yang kita angkut ke TPA Cipeucang saja,” terangnya.

Mengenai berapa lama kerjasama pembuangan sampah tersebut akan berlangsung, Yepi menjelaskan, pihaknya belum mendetailkan dalam perjanjian. Namun demikian pihaknya berharap kerjasama tersebut bisa berlangsung sampai pembangunan sheet pile landfill 3 di TPA Cipeucang selesai dibangun. Saat ini pihaknya baru membangun sheet pile landfill 2. Sedangkan untuk sheet pile landfille 3 akan dibangun oleh pemerintah pusat.

“Informasi yang kami terima dari pemerintah pusat, kalau sheet pile landfilll 3 dibangun tahun ini berarti bangunan itu baru bisa dioperasikan tahun depan, sekitar bulan Juni-Juli 2021,” ujar Yepi.

“Mudah-mudahan saja Kabupaten Tangerang bisa mengikuti jadwal tersebut karena kami juga bingung kemana harus membuang sampah kalau sheet pile landfill 3 selesai dibangun,” tambah dia.

Terkait jebolnya sheet pile landfill TPA Cipeucang Serpong, pada Jumat 22 Mei 2020 lalu, Direktur Utama PT Ramaijaya Purnasejati (RPS) Zakwannur, kontraktor pembangunan proyek tersebut akhirnya angkat bicara. Dia memohon maaf kepada warga Tangsel dan Kota Tangerang yang terdampak longsoran sampah itu.

Menurutnya, peristiwa longsornya sampah di TPA Cipeucang itu bencana alam, dan bukan karena sheet pile. “Kami memohon maaf sebesar-besarnya kepada masyarakat Tangsel dan masyarakat lain yang terimbas baik langsung atau tidak langsung oleh musibah longsor ini,” kata Zakwannur, Rabu (3/6).

Jebolnya sheet pile itu menurutnya akibat abrasi Sungai Cisadane sehingga pada sisi luar sheet pile. Tanah menjadi tergerus sedikit demi sedikit dan sleeding atau bergerak. Sleeding ini menyebabkan hilangnya friksi tanah yang menjepit sheet pile tumpukan sampah, sehingga air yang berasal dari curah hujan berhari-hari merusak sisi dalam tanah tempat sheet pile itu berdiri.

Belum lagi, beban literal yang mendorong ke depan oleh tumpukan sampah yang terbebani air. Karena struktur tanah sudah rusak dan lemah, maka terjadilah longsor yang melewati batas kedalaman sheet pile TPA tersebut.

“Akibatnya, sheet pile putus kiri kanan pada bagian caping beam. Bukan patah karena tidak kuat moment cracknya. Sheet pile nya terbawa longsoran sampah,” sambungnya.

Dilanjutkan Zakwan, panjang sheet pile 500 meter. Sedang yang jebol hanya 58 meter dari total sheet pile. Kekuatan sheet pile sendiri 30,4 ton permeter. Dalam kebawah 9-10 meter, ke atas 3-4 meter, dan tebal w 450 b.

“Area tersebut sudah pernah diantisipasi, pada Desember 2019 dan dipancang ulang pada area belakangnya, ditambah pembangunan back pile sebagai perkuatan. Tetapi, alam berhendak lain,” tambahnya.

“Kita saat ini sedang mengangkut kembali sampah di area sungai untuk meminimalkan pencemaran. Setelah ini, kita akan melakukan uji tanah dan kajian teknis untuk konstruksi pengganti area longsor tersebut,” tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, Pemerintah Kota Tangerang Selatan boleh menarik nafas lega. Persoalan sampah yang menyedot perhatian setelah turap tempat pembuangan akhir (TPA) Cipeucang jebol mulai terselesaikan. Pemerintah Kabupaten Tangerang bersedia menampung sampah dari Tangsel selama perbaikan TPA Cipeuang berlangsung.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang  Achmad Taufik mengatakan pihaknya sudah menerima surat permintaan kerja sama terkait penampungan sampah TPA Cipeucang ke TPA Jatiwaringin dari Pemerintah Kota Tangerang Selatan. Surat tersebut diterimanya pada Selasa (2/6) lalu.

“Intinya kita siap membantu Pemerintah Kota Tangerang Selatan, terkait penampungan sampah Cipeucang,” kata Taufik kepada Satelit News, Rabu (3/6).