Gempa
Kabar Benteng

2 Kali Gempa Guncang Selat Sunda

Minggu (23/5), sekira pukul 10.48.15 WIB dan 10.50.51 WIB, wilayah Selat Sunda diguncang gempa tektonik. Masyarakat sekitar yang merasakannya sempat berhamburan untuk menyelamatkan diri. Namun tak lama kemudian, mereka kembali setelah sutiasi normal dan beraktivitas seperti biasa.

Informasi yang diterima dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter awal gempa pertama M5,0 dan gempa kedua M5,4, yang selanjutnya dilakukan pemutakhiran menjadi M4,9 dan M5,2.

Episenter gempa bumi pertama, terletak pada koordinat 6,59 LS dan 105,45 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 17 km arah Barat Laut Sumur, Kabupaten Pandeglang, pada kedalaman 10 Km. sedangkan, episenter gempa bumi kedua, terletak pada koordinat 6,64 LS dan 105,43 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 16 Km arah Barat Laut Sumur, Kabupaten Pandeglang, pada kedalaman 10 Km.

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, BMKG menyatakan, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar lokal. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa, gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan sesar naik (thrust fault).

Koordinator Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Pandeglang, Ade Mulyana menyatakan, pihaknya sudah mendapat informasi tersebut. Bahkan langsung berkoordinasi dan mengecek lokasi kejadian. Menurutnya, guncangan gempa bumi dirasakan di Kalapanunggal, Sukabumi, Labuan, Munjul, Rangkasbitung, Banjarsari, Cileles, Cirinten, dan Bayah II-III MMI.

“Getaran dirasakan nyata, dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan truk berlalu. Hingga saat ini, belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut,” kata Ade, Minggu (23/5).

Menurutnya, hasil pemodelan menunjukkan, gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami. Ditambahkannya pula, sekira pukul 11.40 WIB, Minggu (23/5), setelah 2 gempa bumi tersebut hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 6 kali aktivitas gempabumi susulan (aftershock), dengan rentang magnitudo M2,8 sampai dengan M4,6.

“Melalui jajaran kami di bawah, sudah disampaikan agar masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Untuk antisipasi, agar menghindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun  tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan, sebelum anda kembali ke dalam rumah,” paparnya.

Diimbau pula, informasi resmi terkait hal itu hanya bersumber dari BMKG, yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi, (Instagram/Twitter/@infoBMKG), website (http://www.bmkg.go.id atau inatews.bmkg.go.id), telegram channel (https://t.me/InaTEWS_BMKG), atau melalui Mobile Apps (IOS dan Android): wrs-bmkg atau infobmkg.

“Kami juga sudah berkoordinasi dengan OPD, lembaga, instansi terkait. Bahkan, info yang disebarluaskan atas nama Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Bambang Setiyo Prayitno, disebarkan (untuk diketahui,red),” imbuhnya.