Kabar Benteng

Alat Pemantau Kualitas Udara di Kota Tangerang Rusak

Hal ini diakui oleh Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan untuk Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang, Hery Tafiyudien. Menurutnya, alat tersebut rusak disebabkan usai pakai.  “Karena memang usia pakai itu sudah lama karena belum pernah diperbaik. Mungkin karena kena matahari, jadi memang harus sudah diperbaiki,” ujarnya, Kamis, (04/02).

Hery mengatakan alat tersebut memamg sudah lama rusak. Diperkirakan sejak Desember 2020 lalu. “Kita juga lagi nunggu yang baru di awal tahun ini sudah diperbaiki,” imbuhnya. Dalam waktu dekat ini kata Heru alat pengukur kualitas udara itu akan segera diperbaiki. Anggrannya lun sudah disiapkan. “Tinggal lelang saja, kita lagi nunggu pihak ketiga yang akan memperbaiki,” katanya.

Namun demikian, kata Hery bukan berarti alat tersebut tidak berfungsi. Alat pengukur udara masih berfungsi hanya saja monitornya yang rusak. Sehingga, tidak terdapat informasi ke publik soal kualitas udara di sekitaran Jalan Benteng Betawi. “Cuma monitor nya saja , tapi alat yang di dalamnya masih berfungsi jadi kita masih bisa mengambil datanya. Hanya monitor luar,” katanya.

Diketahui, terdapat tiga alat pengukur kualitas polusi udara selain di Jalan Benteng Betawi. Dua alat berada di Kampung Bekelir dan Sudimara Baru. “Yang dua alatnya memang tidak ada monitor seperti di Jalan Benteng Betawi,” kata Hery.

Herry memastikan kalau kualitas udara di Kota Tangerang masih baik. Pencemaran udara masih di bawah baku mutu. “Maksudnya kalaupun ada, cuma cemar ringan jadi tidak terlalu berlebihan parameternya, masih di bawah baku mutu, ringan,” pungkanya.

Alat pemantau kualitas udara di Kota Tangerang mengalami kerusakan. Nampak monitor alat yang terletak di Jalan Benteng Betawi tersebut tidak menyala.

Hal ini diakui oleh Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan untuk Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang, Hery Tafiyudien. Menurutnya, alat tersebut rusak disebabkan usai pakai.  “Karena memang usia pakai itu sudah lama karena belum pernah diperbaik. Mungkin karena kena matahari, jadi memang harus sudah diperbaiki,” ujarnya, Kamis, (04/02).

Hery mengatakan alat tersebut memamg sudah lama rusak. Diperkirakan sejak Desember 2020 lalu. “Kita juga lagi nunggu yang baru di awal tahun ini sudah diperbaiki,” imbuhnya. Dalam waktu dekat ini kata Heru alat pengukur kualitas udara itu akan segera diperbaiki. Anggrannya lun sudah disiapkan. “Tinggal lelang saja, kita lagi nunggu pihak ketiga yang akan memperbaiki,” katanya.

Namun demikian, kata Hery bukan berarti alat tersebut tidak berfungsi. Alat pengukur udara masih berfungsi hanya saja monitornya yang rusak. Sehingga, tidak terdapat informasi ke publik soal kualitas udara di sekitaran Jalan Benteng Betawi. “Cuma monitor nya saja , tapi alat yang di dalamnya masih berfungsi jadi kita masih bisa mengambil datanya. Hanya monitor luar,” katanya.

Diketahui, terdapat tiga alat pengukur kualitas polusi udara selain di Jalan Benteng Betawi. Dua alat berada di Kampung Bekelir dan Sudimara Baru. “Yang dua alatnya memang tidak ada monitor seperti di Jalan Benteng Betawi,” kata Hery.

Herry memastikan kalau kualitas udara di Kota Tangerang masih baik. Pencemaran udara masih di bawah baku mutu. “Maksudnya kalaupun ada, cuma cemar ringan jadi tidak terlalu berlebihan parameternya, masih di bawah baku mutu, ringan,” pungkanya.