Kabar Benteng

Kasus Penularan Covid-19 di Banten Berhasil Turun Selama PPKM

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sejak 11 Januari 2021 lalu disebut berhasil menurunkan angka penularan Covid-19 di Provinsi Banten dan Yogyakarta. Namun, keberhasilan serupa tidak terjadi di lima provinsi lainnya yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Bali.

Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Airlangga Hartarto menjelaskan berdasarkan pemantauan dari PPKM pertama, terdapat 29 kabupaten/kota yang masih berisiko tinggi, 41 kabupaten/kota dengan risiko sedang, dan 3 kabupaten/kota dengan risiko rendah. Sementara dari 7 provinsi, terlihat bahwa masih terdapat peningkatan kasus di 5 provinsi dengan 2 provinsi, yakni Banten dan Yogyakarta, mengalami penurunan kasus.

“Dari tujuh provinsi, terlihat masih ada peningkatan di lima provinsi, dan yang mengalami penurunan di Banten dan Yogyakarta,” kata Airlangga Hartarto dalam jumpa pers, Kamis (21/1).

Atas dasar itulah, pemeirntah memutuskan untuk kembali menerapkan PPKM hingga dua minggu ke depan. PPKM tahap kedua akan berlangsung mulai 26 Januari hingga 8 Februari 2021. PPKM tersebut melanjutkan PPKM yang telah berlaku sebelumnya di 7 provinsi, yakni DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, dan Bali dengan 73 kabupaten/kota.

“Bapak Presiden meminta agar pembatasan kegiatan masyarakat ini dilanjutkan dari tanggal 26 sampai dengan tanggal 8 Februari. Nanti Pak Menteri Dalam Negeri akan mengeluarkan Instruksi Mendagri,” ujar Airlangga.

“Diharapkan masing-masing gubernur bisa mengevaluasi berdasarkan pada parameter tingkat kesembuhan yang di bawah nasional, tingkat kematian di atas nasional, positivity rate di atas nasional, dan bed occupancy rate di atas nasional. Ini menjadi parameter yang diminta untuk evaluasi dan kemudian untuk terus dilakukan,” katanya.

Pada PPKM tahap II, ada satu peraturan yang berubah yakni pada pembatasan jam operasional mal atau restoran. Sebelumnya, restoran hanya boleh beroperasi hingga pukul 19.00 malam. Sementara pada peraturan terbaru, restoran dapat buka hingga pukul 20.00.

Sementara peraturan yang sebelumnya masih sama. Yakni jumlah kapasitas di tempat kerja yakni 75 persen karyawan bekerja dari rumah, kegiatan belajar mengajar secara daring, hingga batasan jemaah ibadah maksimal 50 persen dari total kapasitas. Kegiatan konstruksi dan sektor usaha esensial yang telah ditetapkan dapat tetap beroperasi penuh dengan pengaturan jam operasional serta penerapan protokol kesehatan secara ketat.

“Kemudian terkait dengan transportasi diatur oleh masing-masing pemerintah daerah,” tuturnya.

Di Provinsi Banten, PPKM hanya berlaku di tiga wilayah yakni Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang Selatan. Selain PPKM, Pemprov Banten juga memberlakukan  Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di masa pandemi Corona yang sudah lima kali diperpanjang.

Melalui SK bernomor 443/Kep.8-Huk/2021, Gubernur Banten menandatangani PSBB kelima selama sebulan mulai dari 19 Januari hingga hingga 17 Februari 2021.

“Pemerintah Kabupaten/Kota se-Provinsi Banten wajib melaksanakan Penetapan Perpanjangan Pembatasan Sosial Berskala Besar sebagaimana dimaksud pada diktum kesatu sesuai dengan ketentuan Peraturan Perundang-undangan dan secara konsisten mendorong serta mensosialisasikan pola hidup bersih dan sehat kepada masyarakat,” bunyi di diktum ketiga, Selasa (19/1).

Waktu pelaksanaan pun di setiap daerah diatur oleh masing-masing bupati dan wali kota. Disebutkan juga soal lama dan mulainya operasional check point yang diatur pemda setempat.

Kendati jumlah penularan Cobid-19 di Banten turun, namun angka keterisian rumah sakit rujukan justru meningkat. Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satgas Covid-19, Dewi Nur Aisyah menjelaskan tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit rujukan di Provinsi Banten mencapai 87,42 persen.

“Perlu diingat, Banten ini peringkat pertama per kemarin dengan keterisiannya 87,42%. Jadi kita tetap harus hati-hati,” ungkap Dewi kepada wartawan di Jakarta, Rabu (20/1).

Dewi menjelaskan peningkatan keterisian tempat tidur rumah sakit di Provinsi Banten ini meningkat sejak akhir Desember 2020. Peningkatannya mencapai 80 persen. Dewi mengatakan, per 19 Januari 2021, tingkat keterisian RS Rujukan di Banten lebih tinggi daripada DKI Jakarta dengan 86,7 persen