Kabar Benteng

Warga Ramai-ramai Tangkap Ikan Mabuk di Neglasari Tangerang

Puluhan warga berbondong-bondong menyambangi bantaran Sungai Cisadane di Pintu Air 10, Mekarsari, Kecamatan Neglasari. Kedatangan  untuk mengambil ikan yang menepi lantaran mabuk.

Nampak mereka membawa peralatan menangkap ikan. Seperi jaring dan karung sebagai tempat menampung ikan. Mereka terlihat senang dengan fenomena yang terjadi tersebut. Lantaran tak perlu harus menunggu lama-lama menangkap ikan. Hanya dengan peralatan sederhana bahkan tangan kosong mereka sudah dapat menangkap ikan dengan mudah.

Salah satu warga, Ridwan mengatakan fenomena ini terjadi kala musim hujan. Musim hujan ini menyebabkan arus air kiriman dari Bogor yang deras. Sehingga ikan yang terbawa menjadi mabuk. “Iya kalau ada air kiriman dari Bogor saya suka ngambilin ikan soalnya kan banyak, saya juga ngambil ikan dari jam 08.00 pagi,” Sabtu, (04/04).

Fenomena ini pun menguntungkan bagi warga sekitar bendungan Pintu Air 10 lantaran ikan-ikan tersebut menumpuk. Hasil penangkapan ini pun menjadi pendapatan masyarakat.  Ikan yang didapatkan warga setelah itu dijual. Banyak para pengendara yang berhenti hanya untuk melihat fenomena tersebut dan berpartisipasi untuk membelinya.

Kepala Seksi Pemantauan Kualitas Lingkungan untuk Dinas Lingkungam Hidup Kota Tangerang, Muhammad Djarkasih menjelaskan fenomena ini terjadi bukan disebabkan oleh limbah. Namun, karena arus kencang dan terjadinya turbulensi sehingga menyebabkan kandungan Oksigen dalam perairan berkurang.

“Dengan berkurangnya Oksigen dalam air menyebabkan makhluk hidup dalam perairan tersebut menjadi mabuk atau mati. Kadar DO ( Dissolved Oxygen) sangat diperlukan dalam perairan,” jelasnya.

Fenomena ini memang sudah kerap kali terjadi, untuk menanggulanginya kata Djarkasih Bina Penatagunaan Sumber Daya Air (BPSDA) Banten selaku pengelola pintu air 10 akan membuka beberapa pintu air. Hal ini bertujuan untuk mengurangi volume air dalam badan air sungai Cisadane.

“Dengan dibukanya beberapa pintu air akan meningkatkan debit air dalam badan air sungai, sehingga menyebabkan terjadinya turbulensi dan mengakibatkan kandungan Oksigen dalam air berkurang,” pungkasnya.